Seberapa Hemat Motor Listrik Viar Dibanding Motor Biasa yang Pakai Bensin?

Transisi ke motor listrik makin menarik, apalagi kalau dibandingkan dengan motor bensin konvensional. Salah satu pilihan lokal yang cukup populer adalah Viar EV1. Dengan spesifikasi dan teknologi baterai yang cukup kuat, EV1 bisa menjadi alternatif hemat jangka panjang. Tapi, seberapa hemat sebenarnya dibanding motor bensin? Mari kita bandingkan dari sisi biaya operasional.
Menghitung Biaya Listrik per 1 Kali Isi
Untuk memperkirakan biaya listrik, kita butuh asumsi penggunaan energi dan tarif listrik:
- Kapasitas baterai EV1:
Voltase × Ah = 72 V × 22,3 Ah = 605,6 Wh = ~1,61 kWh. - Katakan kita isi dari 0% ke 100% (ideal, padahal dalam praktik biasanya nggak sampai 0 %): 1,61 kWh × tarif listrik rumah tangga.
Misalnya tarif listrik rumah sekitar Rp 1.500 / kWh (ini hanya asumsi, bisa lebih rendah atau tinggi tergantung golongan tarif listrik):
1,61 kWh × Rp 1.500 = ± Rp 2.415 untuk sekali penuh charger.
Dan jika jarak sekali isi bisa 80 km (asumsi maksimum):
- Biaya listrik per km ≈ Rp 2.415 ÷ 80 = ± Rp 30 / km.
Bandingkan dengan Motor Bensin
Sekarang, untuk motor bensin konvensional misalkan motor matic kecil dengan konsumsi rata-rata:
- Asumsi konsumsi bensin: 40 km per liter (ini contoh, tergantung motor dan gaya berkendara).
- Harga bensin (misal pakai bensin biasa subsidi atau non-subsidi — tergantung daerah): misalkan Rp 10.000 / liter (contoh kasar).
Maka: biaya per km motor bensin = Rp 10.000 ÷ 40 = Rp 250 / km.
Dari perhitungan kasar di atas, motor listrik Viar EV1 bisa jauh lebih hemat 5 kali lipat dibanding motor bensin, dalam skenario penggunaan harian dengan jarak wajar.
Kalau kamu tertarik buat beralih ke Viar EV1
Hubungi Dealer Resmi Viar Dua Saudara Motor Sekarang!
• WhatsApp CS: 0887-4000-4444